Rabu, 07 Desember 2011

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 2011

Hari ini, adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia 2011, yang pada saat ini Indonesia genap berusia 66 tahun. Entah sudah berapa banyak para pahlawan yang gugur didalam mempertahankan kedaulatan negeri ini, dan entah sudah berapa banyak pihak yang sukses mempermalukan bangsa ini.
Kemerdekaan ini mereka tebus dengan darah, nyawa, siksaan, dan segala kejadian yang buruk dimasa itu. Pahlawan bukan hanya sekedar mereka yang kita kenal melalui sekolah, ataupun tempat pendidikan lainnya, melainkan mereka yang gugur disetiap medan pertempuran, yang tidak kita ketahui namanya, dan yang tidak jelas siapakah keluarganya.
Sejujurnya, aku malu apabila bertemu dengan para veteran 45, yang kini kondisi mereka teramat kesusahan, dan sangat jarang mendapatkan penghormatan dari siapapun yang melihatnya. Tidak ada salahnya apabila aku bertemu mereka, kuberikan hormat sebagai wujud penghargaanku kepada mereka, meskipun sekedar mengangkat sebelah tangan.
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 2011
Aku sadar, jika aku tidak pandai beretorika, menyusun kata ataupun kalimat yang mampu menyihir para pembacanya. Namun tidak ada salahnya aku sekedar mengingatkan, jika generasi kita saat ini adalah generasi yang pemalas, egois, atau bahkan lebih buruk lagi, dan hanya bisa mengkritik tanpa melakukan tindakan yang nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa ini, termasuk saya.
Dan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia 2011 ini, marilah kita melakukan tindakan yang nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa ini, sebagai wujud penghargaan terhadap mereka yang rela mati demi sebuah kemerdekaan.

Makna Hari Raya Idul Fitri

SEJAK Idul Fitri resmi jadi hari raya nasional umat Islam, kita disunahkan untuk merayakannya sebagai ungkapan syukur atas kemenangan jihad akbar melawan nafsu duniawi selama Ramadhan. Tapi Islam tak menghendaki perayaan simbolik, bermewah-mewah. Apalagi sambil memaksakan diri.
Islam menganjurkan perayaan ini dengan kontemplasi dan tafakur tentang perbuatan kita selama ini.
Merayakan Idul Fitri tidak harus dengan baju baru, tapi jadikanlah Idul fitri ajang tasyakur, refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Allah SWT. Momen mengasah kepekaan sosial kita.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan arti penting Hari Raya Idul Fitri untuk meneguhkan semangat kebangsaan. Para elit yang belakangan terlibat perselisihan, diingatkan untuk bisa saling bermaafan, melupakan semua kesalahan dan kembali bersama-sama membangun bangsa.
“Idul Fitri adalah kesempatan kita bersenang-senang, itu boleh karena kita patut bangga berhasil menahan hawa nafsu selama sebulan. Tapi hal penting yang tidak boleh ditinggalkan adalah silaturahim, saling bermaafan,” ungkapnya.
Untuk menikmati kemenangan dengan bersenang-senang, Kiai Said tetap mengingatkan agar dilakukan sebatas kemampuan yang dimiliki. Makanan enak dan pakaian yang bagus menjadi contoh bentuk kesenangan, dengan pemenuhannya tetap memperhatikan kemampuan.
Sementara untuk silaturahim, seluruh warga negara yang beragama Islam disarankan dapat melakukannya. Pejabat bisa menerima silaturahim rakyatnya, dengan mengedepankan sikap gembira.
“Itu ada hadistnya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, wajib baginya senang dalam menerima kedatangan tamu di rumahnya,” tegas Kang Said.
Di kalangan elit pemerintahan, Kang Said juga berpesan agar momentum Idul Fitri dijadikan sarana rekonsiliasi nasional dengan saling memaafkan. Jika memang dianggap perlu, Presiden SBY disarankan tak segan mendatangi sesama elit politik, saling memaafkan dan melupakan perselisihan yang selama ini muncul.
“Intinya, semua harus bisa memaknai Idul Fitri dengan semangat saling memaafkan. Presiden, jika nantinya menjadi tuan rumah dalam silaturahmi, tetap wajib menghargai tamunya, apa pun latar belakang tamu tersebut,” imbuhnya.

Kota Pontianak

Kota Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat di Indonesia. Kota ini juga dikenal dengan nama 坤甸 (Pinyin: Kūndiān) oleh etnis Tionghoa di Pontianak.
Kota ini terkenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat monumen atau Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang tepat dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas yang adalah sungai terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas membelah kota Pontianak, simbolnya diabadikan sebagai lambang Kota Pontianak.

Daftar isi

 [sembunyikan

[sunting] Asal nama

Nama Pontianak dipercaya ada kaitannya dengan kisah dongeng Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika beliau menyusuri Sungai Kapuas sepanjang 1100 kilometer, sungai terpanjang di Indonesia. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan dimana meriam itu jatuh, maka disanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh melewati simpang tiga Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang kini lebih dikenal dengan Beting Kampung Dalam Bugis Pontianak Timur atau kota Pontianak.[2]

[sunting] Sejarah

[sunting] Masa pendirian

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Radjab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1192 H, Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan pada Kesultanan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Jami' Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Keraton Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur.[3]

[sunting] Sejarah pendirian menurut VJ. Verth

Sejarah pendirian kota Pontianak yang dituliskan oleh seorang sejarawan Belanda, VJ. Verth dalam bukunya Borneos Wester Afdeling, yang isinya sedikit berbeda dari versi cerita yang beredar di kalangan masyarakat saat ini.
Menurutnya, Belanda mulai masuk ke Pontianak tahun 1194 Hijriah (1773 Masehi) dari Betawi. Verth menulis bahwa Syarif Abdurrahman, putra ulama Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie (atau dalam versi lain disebut sebagai Al Habib Husin), setelah meninggalkan kerajaan Mempawah dan mulai merantau. Di wilayah Banjarmasin ia menikah dengan adik sultan. Ia berhasil dalam perniagaan dan mengumpulkan cukup modal untuk mempersenjatai kapal pencalang dan perahu lancangnya, kemudian ia mulai melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Dengan bantuan Sultan Pasir, Syarif Abdurrahman kemudian berhasil membajak kapal Belanda di dekat Bangka, juga kapal Inggris dan Perancis di Pelabuhan Passir. Abdurrahman menjadi seorang kaya dan kemudian mencoba mendirikan pemukiman di sebuah pulau di sungai Kapuas. Ia menemukan percabangan sungai Landak dan kemudian mengembangkan daerah itu menjadi pusat perdagangan yang makmur dan Pontianak berdiri.

[sunting] Kolonialisme Belanda dan Jepang

Pada tahun 1778 kolonialis Belanda dari Batavia memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh Willem Ardinpola. Kolonial Belanda saat itu dan menempati daerah di seberang keraton kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau Verkendepaal.[3]
Pada tanggal 5 Juli 1779 Belanda membuat perjanjian dengan Sultan mengenai penduduk Tanah Seribu agar dapat dijadikan daerah kegiatan bangsa Belanda yang kemudian menjadi kedudukan pemerintahan Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo lstana Kadariah Barat) dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asistent Resident Kepala Daerah Kabupaten Pontianak). Area ini selanjutnya menjadi Controleur het Hoofd Onderafdeeling van Pontianak atau Hoofd Plaatselijk Bestuur van Pontianak.[3]
Assistent Resident het Hoofd der Afdeeling van Pontianak (semacam Bupati Pontianak) mendirikan Plaatselijk Fonds. Badan ini mengelola eigendom atau kekayaan Pemerintah dan mengurus dana pajak. Plaatselijk Fonds kemudian berganti nama menjadi Shintjo pada masa kependudukan Jepang di Pontianak.[3]

[sunting] Masa Stadsgemeente

Berdasarkan besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1940 PK yang disahkan menetapkan status Pontianak sebagai stadsgemeente. R. Soepardan ditunjuk menjadi syahkota atau pemimpin kota saat itu. Jabatan Soepardan berakhir pada awal tahun 1948 dan kemudian digantikan oleh Ads. Hidayat.[3]

[sunting] Masa Pemerintahan Kota

Pembentukan stadsgerneente bersifat sementara, maka Besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak diubah dan digantikan dengan Undang-undang Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 16 September 1949 No. 40/1949/KP. Dalam undang-undang ini disebut Peraturan Pemerintah Pontianak dan membentuk Pemerintah kota Pontianak, sedangkan perwakilan rakyat disebut Dewan Perwakilan Penduduk Kota Pontianak. Walikota pertama ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Pontianak adalah Rohana Muthalib.[3]

[sunting] Masa Kota Praja

Sesuai dengan perkembangan tata pemerintahan, maka dengan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953, bentuk Pemerintahan Landschap Gemeente, ditingkatkan menjadi kota praja Pontianak. Pada masa ini urusan pemerintahan terdiri dari Urusan Pemerintahan Umum dan Urusan Pemerintahan Daerah.[3]

[sunting] Masa Kotamadya dan Kota

Pemerintah Kota Praja Pontianak diubah dengan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1957, Penetapan Presiden No.6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.5 Tahun 1960, Instruksi Menteri Dalam Negeri No.9 Tahun 1964 dan Undang-undang No. 18 Tahun 1965, maka berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kota Praja Pontianak No. 021/KPTS/DPRD-GR/65 tanggal 31 Desember 1965, nama Kota Praja Pontianak diganti menjadi Kotamadya Pontianak, kemudian dengan Undang-undang No.5 Tahun 1974, nama Kotamadya Pontianak berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak.[3]
Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah di Daerah mengubah sebutan untuk Pemerintah Tingkat II Pontianak menjadi sebutan Pemerintah Kota Pontianak, sebutan kota Potianak diubah kemudian menjadi Kota Pontianak.[3]

Tim Takraw Putra Indonesia ke Semifinal

Metrotvnews.com, Palembang: Tim takraw putra Indonesia ke semifinal usai menumbangkan Vietnam dalam pertandingan nomor ganda grup A di Sriwijaya Promotion Centre, Palembang, Sumatra Selatan, Ahad (20/11). Indonesia menang 15-10, 15-9, dan 15-10.

Pelatih sepak takraw Indonesia Bambang Edy menilai Yudi Purnomo dan kawan-kawan bermain luar biasa. Mereka ngotot ingin menyumbangkan medali emas. "Anak-anak bermain dengan rasa percaya diri luar biasa, mereka selalu memimpin," kata Bambang.

Bambang mengatakan, tinggal selangkah tim putra Indonesia ke final. Di empat besar Indonesia akan ditantang runner up grup B. "Permainan akan lebih seru. Anak-anak makin menunjukkan performa terbaik mereka," ujar dia.

Pertandingan nomor ganda sepak takraw SEA Games XXVI dibagi dua grup, A dan B. Indonesia masuk grup A bersama Vietnam, Brunei Darussalam, dan Laos. Grup B: Mynmar, Filipina, dan Singapura.

Pada nomor beregu dan tim, sepak takraw Indonesia sebelumnya gagal meraih emas, sehingga harapan ditumpukan dari nomor ganda. Tim takraw putra dan putri Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meraih emas, mengingat lawan terberat tim Thailand tidak bermain pada nomor ini.(Ant/ICH)

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI)

SUSUNAN PERSONALIA PELINDUNG, PENASEHAT, DEWAN PEMBINA DAN PENGURUS PUSAT
PERSATUAN BOLAVOLI SELURUH INDONESIA (PP. PBVSI) 
MASA BAKTI 2010-2014
__________________












Pelindung : 1.  MENPORA


2. Ketua Umum KONI dan KOI
    
Penasehat : 1. Jenderal Pol. (P) Drs. Kunarto


2. Siti Hardiyanti Rukmana


3. Irjen Pol. (P) Dr. Hardiman, MBA
    
Ketua Kehormatan :
Ny. Rita Subowo
    
Pembina

KAPOLRI
    
Dewan Penyantun : 1. Ny. Dra. Siti Hartati Murdaya, MBA


2.Ny. Melinda Teja


3. Asmawi Syam


4. Ny. Lestary Luhur
    
Ketua Umum :

Jenderal Polisi Drs. Sutanto
    
Wakil Ketua Umum I :
Irjen Pol. Drs. Edi Sunamo
Wakil Ketua Umum II :
Irjen Pol. Drs. Djoko Sardono
Wakil Ketua Umum III :
Ir. Arifin Tasrif
Wakil Ketua Umum IV :
Ir. Arief Harsono, MM
Wakil Ketua Umum V: Brigjen Pol. Drs. Bambang Suedi
    
Sekretaris Umum :
Irjen Pol. Drs. Yudi Sushariyanto, SH.
Wakil Sekretaris Umum : 1. Brigjen Pol. Rumiah K, S.Pd.


2. Kombes Pol. Drs. Dodik Yuristono


3. Ny. Sari Mohami
    
Bendahara : 1. Brigjen. Pol. Drs. Djoko Susilo, M.Si.


2. Kombes Pol. Drs. Condro Kirono, MM




Peralatan dan Lapangan :
Ketut Sudadi




Padepokan Sentul : 1. AKBP. Drs. Joko Sarwoko, MM


2. Ny. Lucky Paloh




Konsultan Hukum : 1. Oman Abdurachman, SH


2. Romie Habie, SH.




Humas dan Medi : 1. Ny. Miranti Handajani Serad


2. Bernadus Wijayaka


3. Herman Endro




Ketua I (Organisasi) : 1. Drs. Purnama S. Yamil


2. Ir. Nugroho




Kabid. Pembinaan Perkumpulan :
Ir. Agus Purwono




Ketua II (Pembinaan : 1. Heyzer Harsono
Prestasi)
2. Drs. Yamin Nuriman




Kabid. Voli Indoor : 1. Kombes Pol. Drs. Paulus Waterpauw


2. Zulfarshah, SE.




Kabid. Voli Pantai : 1. Ir. Anton Subowo


2. Slamet Mulyanto


3. Bernardus Wijayaka




Kabid. Kepelatihan : 1. Jopie Hehanusa


2. Drs. Joko Margo


3. Drs. Budirela
    
Kabid. Perwasitan : 1. Hans Sanger, BA.


2. Drs. Rudi Dwiparma


3. Sudjianto AS
    
Ketua III (Dana) : 1. Achmad Baiquni (BNI 46)
  2.Hendri Priosantoso (PGN)
    
Ketua IV (Hublu & Antar : 1. DR. Ilham Akbar Habibie
Lembaga)
2. Ny. Jetty R. Pattiasina


3. Ny. Santhi Hendrawati Serad
    
Ketua V (Pertandingan)
:
1.
Ir. Hanny S. Surkatty
  2.
AKBP Drs. Adang Ginanjar
    
Kabid. Pertandingan
:
1.
K. Tahir Ali
  2.
Reginald Nelwan   

Liga Futsal Indonesia

Liga Futsal Indonesia (LFI) atau Liga Futsal Nasional (Inggris: Indonesia Futsal League (IFL)) merupakan kompetisi utama futsal di tingkat nasional di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Futsal Nasional PSSI. Kompetisi ini dimulai pada musim 2006-07 dan hingga saat ini sudah terselenggara sebanyak 3 kali.

Daftar juara

Tahun Juara Runners-Up Posisi Ketiga Referensi
2006-07 Biangbola Mastrans Electric PLN [1]
2008 Electric PLN Biangbola Pelindo [2]
2009 Electric PLN Biangbola Mutiara Hitam [3]
2010 Harimau Rawa Electric PLN Pelindo II
2011 Pelindo II Futsalicious Bekasi Futsal Kota Bandung

Pencetak gol terbanyak

Tahun Pemain Klub Gol Referensi
2006-07 Sayan Karmadi
Maulana M Ihsan
Mastrans
Cosmo FC
18 [4]
2008 Achmad Syaibani Biangbola 21 [5]
2009 Boi Boas Mutiara Hitam 30 [6]
2010 Firman Septian Limus IBM Jaya Depok 28
2011 Sandy Gempur IM Sriwijaya United 17

Referensi

  1. ^ "IFL Tables" (dalam bahasa Indonesian). PSSI. 20 November 2008. Diakses pada 12 Juni 2010.
  2. ^ "IFL Tables" (dalam bahasa Indonesian). PSSI. 20 November 2008. Diakses pada 12 Juni 2010.
  3. ^ http://www.futsal-indonesia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=46:electric-pln-v-sport-juara-ifl-2009&catid=34:futsal&Itemid=50 Electric PLN V-Sport is The Champion of IFL 2009
  4. ^ "IFL 2007 Results" (dalam bahasa Indonesian). FutsalPlanet. 20 November 2007. Diakses pada 12 Juni 2010.
  5. ^ "IFL Top Scorers" (dalam bahasa Indonesian). PSSI. 20 November 2008. Diakses pada 12 Juni 2010.
  6. ^ "IFL 2009 Results" (dalam bahasa Indonesian). BolaIndonesia.com. 20 November 2009. Diakses pada 12 Juni 2010.

Sejarah Sea Games

Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara (juga dikenal sebagai Sea Games), adalah peristiwa multi-olahraga dua tahunan yang melibatkan peserta dari 11 negara Asia Tenggara. Perayaan ini diatur di bawah peraturan Federasi Sea Games dengan pengawasan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia.


Sea Games sebelumnya dikenal sebagai Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara atau SEAP Games. Pada tanggal 22 Mei 1958, delegasi dari negara-negara di semenanjung Asia Tenggara menghadiri Asian Games ke-3 di Tokyo, Jepang mengadakan pertemuan dan sepakat untuk membentuk sebuah organisasi olahraga.

Thailand, Burma (sekarang Myanmar), Malaya (sekarang Malaysia), Laos, Vietnam Selatan dan Kamboja (dengan Singapura termasuk sesudahnya) adalah anggota pendiri. Negara-negara ini sepakat untuk mengadakan pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara dua kali setahun. Komite Federasi SEAP Games dibentuk.

SEAP Games pertama diadakan di Bangkok 12-17 Desember 1959 yang terdiri lebih dari 527 atlet dan pelatih atau manajer dari Thailand, Burma, Malaya (sekarang Malaysia), Singapura, Vietnam dan Laos yang berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga.

Pertandingan terakhir yang diadakan adalah Sea Games 2009 (berjalan 9-18 Desember) yang merupakan pertama kalinya diadakan diLaos. Saat yang sama juga diperingati perayaan ke 50 tahun SEA Games, di Vientiane, Laos. Tuan rumah berikutnya untuk Sea Games 2011 Tenggara adalah Indonesia. Pesta olahraga ini dimulai dan berkembang sebagian besar lancar sehingga pujian dan kesan baik diungkapkan oleh banyak atlet, pejabat olahraga dan pers- karena Laos dan negara yang tergabung di Asia Tenggara telah berhasil menjadi tuan rumah Sea Games.